PARIWISATA BERKELANJUTAN SUSTAINABLE TOURISM

August 20, 2022

Pada era ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tidak hanya fokus kepada meningkatkan angka kunjungan wisatawan di Indonesia saja, namun menambah fokusnya pada usaha mendorong pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism di Indonesia. 

Pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism adalah pariwisata yang berkembang sangat pesat, termasuk pertambahan arus kapasitas akomodasi, populasi lokal dan lingkungan, dimana perkembangan pariwisata dan investasi – investasi baru dalam sektor pariwisata seharusnya dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Atau dapat kita sebut bahwa konsep ini merupakan pengembangan konsep berwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung. 

Berikut prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengembangan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal
    Dalam mewujudkan gagasan-gagasan mengenai pembangunan sustainable tourism dengan melibatkan masyarakat lokal memiliki beberapa manfaat tersendiri. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal itu sendiri, masyarakat lokal akan mempunyai rasa memiliki untuk peduli, bertanggung jawab, komitmen, serta meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya terhadap keberlanjutan pariwisata di masa kini dan di masa yang akan datang.
  2. Menciptakan keseimbangan antara kebutuhan wisatawan dan masyarakat
    Keseimbangan akan terwujud apabila semua pihak atau stakeholders dapat bekerjasama dalam satu tujuan sebagai sebuah komunitas yang solid. Komunitas tersebut terdiri dari pemerintah, masyarakat lokal, industri pariwisata, dan organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang dimana pariwisata dikembangkan. Terciptanya komunikasi yang baik antara industri pariwisata, pemerintah, dan masyarakat lokal dapat meningkatkan hubungan kemitraan dalam proses perencanaan dan pengelolaan pariwisata sehingga terciptanya pariwisata berkelanjutan sesuai yang direncanakan. 
  3. Pembangunan pariwisata harus melibatkan para pemangku kepentingan, dan melibatkan banyak pihak
    Tidak hanya melibatkan banyak pihak saja namun harus dapat menampung pendapat organisasi masyarakat lokal, melibatkan kelompok masyarakat miskin, kaum perempuan, asosiasi pariwisata, asosiasi homestay, kelompok sadar wisata, dan kelompok lainnya dalam masyarakat yang berpotensi mempengaruhi jalannya pembangunan pariwisata berkelanjutan
  4. Memberikan kemudahan kepada para pengusaha lokal dalam skala kecil
    Program pendidikan yang berhubungan dengan kepariwisataan harus mengutamakan penduduk lokal dan industri yang berkembang pada wilayah tersebut harus mampu menampung para pekerja lokal sebanyak mungkin sehingga membuka kesempatan kepada masyarakat lokal untuk membuka usaha dan menjadikan masyarakat lokal sebagai pelaku ekonomi dengan tujuan pariwisata berkelanjutan

Berikut beberapa objek wisata yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat:

  1. Pantai Kuta Lombok (Kuta Beach)
    Pantai Kuta, Lombok adalah tempat wisata di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pantai ini memiliki garis pantai sepanjang 7,2 Kilometer. Pantai dengan pasir berwarna putih seperti butiran merica ini terletak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta. Selain pasirnya yang unik di pantai ini juga terdapat deretan bukit-bukit yang menjulang berukuran sedang. Di sebelah barat pantai, terdapat bukit yang bernama Mandalika. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar disini, konon katanya Putri Mandalika melompat ke laut dari bukit Mandalika ini, dikarenakan menghindari kejaran seorang pangeran yang hendak mempersuntingnya. Bukit Mandalika menjadi spot terbaik apabila ingin melihat pantai Kuta Mandalika dari ketinggian.
  2. Bukit Merese
    Bukit Merese atau lebih sering dikenal dengan Bukit Cinta yang menawarkan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Lokasi bukit ini terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Apabila anda dari Mataram, maka anda memerlukan waktu kurang lebih 2 jam yang harus ditempuh untuk sampai ke Bukit Cinta ini. Bukit Merese menjadi salah satu destinasi wisata andalan Lombok yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pada bulan Januari hingga April buki merese akan penuh dengan rumput hijau yang terbentang di seluruh daratannya dengan subur. Meskipun begitu, bukan berarti pada saat musim kering bukit ini akan gersang layaknya gurun. Bahkan bukit merese tetap menyimpan keindahan pemandangan tanah kecoklatan di sela-sela rerumputan yang mulai mengering. Puncak bukit merese ini menjadi titik yang paling menakjubkan untuk melihat keindahan alam di bawahnya. Dari puncak bukit ini juga dapat dilihat sunrise dan sunset dari sisi yang berbeda.
  3. Bukit Seger
    Bukit Seger yang terletak di Desa Kuta ini menyajikan pemandangan yang tidak dapat dilihat oleh bukit-bukit yang lainnya yakni Sirkuit Mandalika. Sebelum adanya sirkuit ini, bukit ini sudah memiliki daya tarik tersendiri dengan menyuguhkan keindahan pantai yang dipenuhi hamparan pasir putih dan birunya air laut. Bukit Seger memiliki ketinggian sekitar 150 meter dari permukaan laut. Dengan kehadiran sirkuit mandalika ini diharapkan mampu mendatangkan wisatawan yang lebih banyak sehingga mampu meningkatkan perekonomian yang lebih baik bagi masyarakat lokal
  4. Pantai Seger
    Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup favorite di kalangan turis mancanegara maupun turis lokal. Hal tersebut dikarenakan pantai ini memiliki daya tarik tersendiri. Pantai ini dapat menjadi tempat snorkeling, berenang, dan berselancar. Sehingga akan banyak wisatawan datang dikarenakan banyak kegiatan yang dapat dilakukan di pantai ini. Pemandangan alam yang ditawarkan oleh pantai ini juga tidak main main indahnya. Hamparan pasir pantai yang cantik dan dipadukan dengan bukit-bukit yang indah dapat memanjakan pandangan wisatawan. Ritual bau nyale menjadi daya tarik utama dari pantai ini. Ritual bau nyale merupakan sebuah pesta atau upacara adat untuk mencari nyale atau cacing laut. Masyarakat lokal mempercayai bahwa cacing laut tersebut merupakan jelmaan Putri Mandalika. Festival ini terbuka untuk umum, masyarakat umum dari luar daerah pun dapat ikut serta dalam acara ini.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *