Saya Terdiagnosis Menderita Diabetes Melitus, Lalu Bagaimana Saya Menjaga Pola Makan?

August 20, 2022

 

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. DM menjadi salah satu penyakit yang angka kejadiannya semakin meningkat setiap tahunnya. Data menunjukkan bahwa DM menjadi penyebab kematian keempat terbesar di dunia.

Ada dua tipe DM yaitu DM Tipe 1 dan DM Tipe 2. Seseorang yang menderita DM Tipe 2 akan lebih rentan mengalami komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik. Komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita DM diantaranya adalah serangan jantung dan stroke, penglihatan berkurang, amputasi akibat infeksi luka yang sulit sembuh, dan gagal ginjal.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan penderita DM yaitu gaya hidup dan perubahan perilaku yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, perubahan pola makan, perubahan sosial budaya, dan genetik. Menariknya, meskipun riwayat diabetes keluarga menjadi salah satu faktor risiko, tetapi bukan berarti anak dengan kedua orang tua penderita diabetes pasti akan mengalami diabetes melitus juga. Hal ini dapat dicegah apabila si anak dapat menerapkan pola hidup yang baik.

Seseorang dapat terdiagnosis menderita DM apabila hasil pemeriksaan kadar gula darah puasa (GDP) sebesar ≥ 126 mg/dl atau kadar gula darah sewaktu (GDS) mencapai ≥ 200 mg/dL. Selain kedua pemeriksaan tersebut, pemeriksaan HbA1c yang mencapai >6,5% (48 mmol/mol) dapat memperkuat diagnosis DM seseorang. Kadar glukosa darah menjadi hal penting yang perlu dimonitor bagi penderita DM. Menjaga kadar gula darah dalam batas normal merupakan salah satu cara penanganan dan pencegahan agar penderita DM tidak mengalami komplikasi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memonitor kadar gula darah adalah dengan pengaturan pola makan. Pilar perencanaan makan yang dianjurkan untuk penderita DM adalah 3J: mengontrol jumlah, jadwal, dan jenis makanan yang dianjurkan. Tujuan dari 3J adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal melalui konsumsi makanan sesuai kebutuhan energi dan jenis makanan yang dianjurkan serta jadwal yang teratur.
Perencanaan makan dengan prinsip 3J, yaitu:

  1. Jumlah energi. Pada penderita DM perlu menerapkan konsep gizi seimbang dalam hal kecukupan karbohidrat, protein, dan lemak sesuai dengan kecukupan gizi. Konsep makan yang dianjurkan bagi penderita DM adalah model T.
  2. Jenis makanan yang dianjurkan seperti makanan pokok (terutama karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, singkong, kentang, dan ubi), protein (seperti ikan, telur, tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang merah), sayuran (seperti ketimun, wortel, tomat, bayam, dan labu siam), dan buah (seperti apel, jeruk, dan jambu biji).
  3. Jadwal makan. Dianjurkan untuk makan lebih sering dengan porsi kecil. Diantara tiga kali makan utama diselingi makan ringan sebanyak tiga kali juga dan selang waktu antara makan utama dan makan selingan yang dianjurkan yaitu selama 3 jam. Sebagai contoh, waktu yang dianjurkan untuk makan utama adalah pukul 06.00, 12.00 dan 18.00 sedangkan untuk makan selingan adalah pukul 09.00, 15.00 dan 21.00. Pasien DM dianjurkan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering dengan tujuan agar karbohidrat dapat dicerna dan diserap secara lebih lambat dan stabil.

 

Daftar Pustaka:

Khasanah, J. F., Ridlo, M., dan Putri, G. K. 2021. Gambaran Pola Diit Jumlah, Jadwal, dan Jenis (3J) Pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Indonesian Journal if Nursing Scientific. 1(1): 18-27.

Kumalasari, N. L. A., Juniarsana, I. W., dan Suantara, I. M. R. 2013. Aplikasi 3J dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Rawat Jalan di Puskesmas II Denpasar Barat. Jurnal Ilmu Gizi. 4(2): 92-101.

Marbun, A. S., Brahmana, N., dan Sipayung, N. P. 2022. Pelaksanaan Empat Pilar Pada Penderita Diabetes Melitus. J. Abdimas Mutiara. 3(1): 366-371.

Nugroho, S. 2012. Pencegahan Dan Pengendalian Diabetes Melitus Melalui Olahraga. J. MEDIKORA. 9(1): 1-15.

Permatasari, A. I. 2018. Faktor Yang Memengaruhi Kesulitan Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Menjalani Rawat Jalan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang. (Skripsi).

Puruhita, T. K. dan Hadiningsih, N. 2019. Edukasi Gizi Bagi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya. Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Simarmata, P. C., Sitepu, S. D. E. U., Sitepu, A. B., Marokaro, T. M., dan Hariati. 2021. Penyuluhan Pengaturan Nutrisi Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus. J. Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2): 427-431.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *